<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kongregasi Budi Mulia</title>
	<atom:link href="http://kongregasibudimulia.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kongregasibudimulia.com</link>
	<description>Welcome to Website Kongregasi Budi Mulia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Mar 2011 10:36:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Kongregasi Bruder Budi Mulia Bersama DPPI</title>
		<link>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/kongregasi-bruder-budi-mulia-bersama-dppi/</link>
		<comments>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/kongregasi-bruder-budi-mulia-bersama-dppi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 10:36:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gallery]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kongregasibudimulia.com/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[Album Kongregasi Bruder Budi Mulia 2011 Berikut album kongregasi bruder budi mulia bersama DPPI (2010-2013)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Album Kongregasi Bruder Budi Mulia 2011<br />
Berikut album kongregasi bruder budi mulia bersama DPPI (2010-2013)</p>
<p><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/kongregasi-bruder-budi-mulia-bersama-dppi/dppi-kbm/" rel="attachment wp-att-401"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/dppi-kbm.jpg" alt="" title="dppi-kbm" width="550" height="413" class="aligncenter size-full wp-image-401" /></a></p>
<p><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/kongregasi-bruder-budi-mulia-bersama-dppi/cvrrkn/" rel="attachment wp-att-402"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/cvrrkn.jpg" alt="" title="cvrrkn" width="550" height="401" class="aligncenter size-full wp-image-402" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/kongregasi-bruder-budi-mulia-bersama-dppi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DESA PUTER DULU, SEKARANG, DAN ESOK</title>
		<link>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/desa-puter-dulu-sekarang-dan-esok/</link>
		<comments>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/desa-puter-dulu-sekarang-dan-esok/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 10:28:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Rukun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kongregasibudimulia.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[DESA PUTER DULU, SEKARANG, DAN ESOK Oleh Br. YB. Murtomo Dwi Atmaja, BM. Kompleks Desa Putera berdiri pada tahun 1947 atas prakarsa dan gagasan Yang Mulia Rama Kanjeng Mgr. Willekens, Perfektur Apostolik Batavia. Beliau adalah Rama Kanjeng yang berjiwa visioner terhadap masa depan Hindia Belanda atau Tanah Nusantara. Hasil-hasil gagasan beliau misalnya imam praja, Tarekat Suster Abdi Dalem Sang Kristus, Bruder Apostelen Leven atau Bruder Rasul. Bahkan pada jaman penjajahan<a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/desa-puter-dulu-sekarang-dan-esok/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DESA PUTER DULU, SEKARANG, DAN ESOK<br />
Oleh Br. YB. Murtomo Dwi Atmaja, BM.<br />
<div id="attachment_376" class="wp-caption aligncenter" style="width: 324px"><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/desa-puter-dulu-sekarang-dan-esok/slamatdatang/" rel="attachment wp-att-376"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/slamatdatang.jpg" alt="Selamat Datang di Kompleks Desa Putera" title="slamatdatang" width="314" height="236" class="size-full wp-image-376" /></a><p class="wp-caption-text">Selamat Datang di Kompleks Desa Putera</p></div></p>
<p>Kompleks Desa Putera berdiri pada tahun 1947 atas prakarsa dan gagasan Yang Mulia Rama Kanjeng Mgr. Willekens,<span id="more-375"></span> Perfektur Apostolik Batavia. Beliau adalah Rama Kanjeng yang berjiwa visioner terhadap masa depan Hindia Belanda atau Tanah Nusantara. Hasil-hasil gagasan beliau misalnya imam praja, Tarekat Suster Abdi Dalem Sang Kristus, Bruder Apostelen Leven atau Bruder Rasul. Bahkan pada jaman penjajahan Jepang beliau berani mengangkat diri sebagai wakil Sri Paus untuk menyelamatkan Gereja di bumi Nusantara.<br />
	Sesudah perang keadaan Indonesia kacau balau, kemiskinan merajalela. Anak-anak menjadi korban perang dan mereka terpaksa hidup terlantar di jalan-jalan. Peristiwa ini menjadi keprihatinan Rama Kanjeng. Maka beliau kemudian meminta para Bruder Santa Maria Lourdes (Budi Mulia) untuk menangani masalah ini. Tanpa menghitung waktu dan mempertimbangkan segala resiko yang akan ditanggung, pimpinan Bruder Santa Maria Lourdes langsung menanggapi permintaan Rama Kanjeng Willekens. Padahal pada waktu itu </p>
<div id="attachment_377" class="wp-caption aligncenter" style="width: 317px"><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/desa-puter-dulu-sekarang-dan-esok/para-bruder-misionaris/" rel="attachment wp-att-377"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/Para-Bruder-Misionaris.jpg" alt="Para Bruder Misionaris. Jaya Wijaya mengarungi Samudera Luas." title="Para-Bruder-Misionaris" width="307" height="216" class="size-full wp-image-377" /></a><p class="wp-caption-text">Para Bruder Misionaris. Jaya Wijaya mengarungi Samudera Luas.</p></div><br />
para Bruder sudah memiliki panti asuhan di Bogor. Gedung tersebut sekarang digunakan untuk seminari.</p>
<p> <div id="attachment_378" class="wp-caption aligncenter" style="width: 325px"><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/desa-puter-dulu-sekarang-dan-esok/anak-anak-panti/" rel="attachment wp-att-378"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/Anak-anak-Panti.jpg" alt="Anak-anak Panti Asuhan bersama siswa SD Budi Mulia" title="Anak-anak-Panti" width="315" height="171" class="size-full wp-image-378" /></a><p class="wp-caption-text">Anak-anak Panti Asuhan bersama siswa SD Budi Mulia</p></div>
<p>Melalui Perhimpunan Vincentius Jakarta, panti asuhan tersebut berdiri di daerah Lenteng Agung, kurang lebih 25 km dari pusat kota. Hal yang tidak mudah bagi </p>
<div id="attachment_379" class="wp-caption aligncenter" style="width: 321px"><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/desa-puter-dulu-sekarang-dan-esok/panti-asuhan-desa-putera/" rel="attachment wp-att-379"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/Panti-Asuhan-Desa-Putera.jpg" alt="Panti Asuhan Desa Putera" title="Panti-Asuhan-Desa-Putera" width="311" height="238" class="size-full wp-image-379" /></a><p class="wp-caption-text">Panti Asuhan Desa Putera</p></div><br />
para bruder tetapi justru di sini rahmat Allah berkarya. Anak-anak jalanan dikumpulkan dengan truk dan dibawa ke panti tersebut tetapi apa yang terjadi malam hari mereka meninggalkan panti dan membawa barang-barang, entah selimut, bantal, atau piring.<br />
	Para bruder pendahulu tidak hanya menampung anak-anak tetapi juga member pendidikan dasar akademis yaitu membaca, menulis dan berhitung yang bertempat di suatu ruangan. Inilah cikal bakal sekolah dasar waktu itu masih disebut sekolah rakyat atau terjemahan bebas dari volkschool di panti asuhan Desa Putera. Perhimpunan yang pada waktu itu mengalami masalah finansial untuk menyelenggarakan pendidik menyerahkan pengelolaan karya pendidikan untuk anak-anak panti kepada para bruder. Dalam perkembangan masyarakat sekitar panti asuhan meminta kepada bruder agar anak-anak mereka pun diperbolehkan belajar di sekolah bruder. </p>
<p><div id="attachment_380" class="wp-caption aligncenter" style="width: 323px"><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/desa-puter-dulu-sekarang-dan-esok/siswa-siswa-sd/" rel="attachment wp-att-380"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/Siswa-siswa-SD.jpg" alt="Siswa-siswa SD Desa Putera berfoto bersama Bapa Uskup.Paling kiri Bapak Sadono Kepala SD Desa Putera" title="Siswa-siswa-SD" width="313" height="207" class="size-full wp-image-380" /></a><p class="wp-caption-text">Siswa-siswa SD Desa Putera berfoto bersama Bapa Uskup.Paling kiri Bapak Sadono Kepala SD Desa Putera</p></div><br />
Karena tenaga guru sangat dibutuhkan pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, para bruder menanggapi seruan Bumi Pertiwi dengan mendirikan Sekolah Guru Bantu (SGB) dengan masa pendidikan 4 tahun. Pada tahun 1957 pemerintah menyatakan bahwa guru harus berpendidikan setara dengan universitas dan menutup SGB. 1958 SGB Desa Putera berubah menjadi SMP Desa Putera. 1960 secara resmi yuridis SMP Desa Putera dinyatakan berdiri dengan murid kelas 1, 2, dan 3. Pada tahun 1961 merupakan tahun terakhir SGB.<br />
Bahwa benih yang jatuh ke tanah akan mati tetapi kelak menghasilkan buah yang berlimpah.</p>
<p> <div id="attachment_381" class="wp-caption aligncenter" style="width: 323px"><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/desa-puter-dulu-sekarang-dan-esok/guru-dan-karyawan-smp/" rel="attachment wp-att-381"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/Guru-dan-Karyawan-SMP.jpg" alt="Guru dan Karyawan SMP Desa Putera." title="Guru-dan-Karyawan-SMP" width="313" height="207" class="size-full wp-image-381" /></a><p class="wp-caption-text">Guru dan Karyawan SMP Desa Putera.</p></div><br />
Sedangkan SMK Grafika dimulai dengan sekolah teknik (ST)  grafika setingkat SMP. Mulai tahun 1970 ST ditutup dan dimulai STM Grafika. Sedangkan percetakan dibangun pertama-tama sebagai tempat praktek siswa-siswa SMK Grafika.</p>
<p>Guru dan karyawan SMP Desa Putera. Bapak Sumadiyono Kepala SMK Grafika ketiga dari kiri.<br />
Anak-anak yang sakitpun diobati di salah satu ruang panti asuhan. Karyawanpun yang sakit juga berobat bahkan keluarga karyawan pun juga ikut berobat. Karena manjur mereka bercerita ke tetangga mereka akibatnya banyak orang yang sakit berduyun-duyun datang ke panti minta untuk diobati. Ruangan yang kecil tidak mampu menampung dan memberi kenyamanan kepada pasien. Maka gedung novisiat berubah fungsi menjadi tempat pengobatan.</p>
<p> <div id="attachment_382" class="wp-caption aligncenter" style="width: 323px"><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/desa-puter-dulu-sekarang-dan-esok/balai-kesehatan-desa-putera/" rel="attachment wp-att-382"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/Balai-Kesehatan-Desa-Putera.jpg" alt="Balai Kesehatan Desa Putera" title="Balai-Kesehatan-Desa-Putera" width="313" height="207" class="size-full wp-image-382" /></a><p class="wp-caption-text">Balai Kesehatan Desa Putera</p></div>
<div id="attachment_383" class="wp-caption aligncenter" style="width: 323px"><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/desa-puter-dulu-sekarang-dan-esok/para-dokter-perawat/" rel="attachment wp-att-383"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/Para-dokter-perawat.jpg" alt="Para dokter, perawat, dan karyawan Balkesmas Desa Putera" title="Para-dokter-perawat" width="313" height="207" class="size-full wp-image-383" /></a><p class="wp-caption-text">Para dokter, perawat, dan karyawan Balkesmas Desa Putera</p></div><br />
	Penghuni bruderan komunitas Desa Putera yaitu:<br />
1.	Br. Leonardus Sirait, BM. Beliau adalah pimpinan komunitas dan bertugas di Balkesmas Desa Putera dan sebagai pimpinan pabrik lilin Glorieux.<br />
2.	Br. Yohanes de Britto, BM. Beliau adalah wakil pimpinan komunitas dan bertugas di SMP Desa Putera.<br />
3.	Br. Gerardus, BM. Beliau merupakan ekonom komunitas dan bertugas di percetakan Desa Putera<br />
4.	Br. Tarsisius, BM. Bertugas di Panti Asuhan Desa Putera.<br />
5.	Br. Konradus, BM. Bertugas di Balai Pengobatan Citayam dan Ciomas.<br />
6.	Br. Andreas, BM. Bertugas di SMP Desa Putera.<br />
7.	Br. Kristian, BM. Beliau sudah purnakarya namun masih menangani tugas kerasulan doa dan perkebunan percontohan.</p>
<p><div id="attachment_384" class="wp-caption aligncenter" style="width: 276px"><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/desa-puter-dulu-sekarang-dan-esok/br-kristian-dan/" rel="attachment wp-att-384"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/Br.-Kristian-dan.jpg" alt="Br. Kristian dan kebun percontohan" title="Br.-Kristian-dan" width="266" height="196" class="size-full wp-image-384" /></a><p class="wp-caption-text">Br. Kristian dan kebun percontohan</p></div><br />
8.	Br. Paulus, BM. Beliau adalah sesepuh komunitas Desa Putera. Meski sudah purnakarya Bruder Paulus masih setia dengan kerasulan doa terutama Legio Maria. Br. Paulus sekarang adalah bruder yang tertua dalam profesi biara. Dua tahun lalu beliau akan merayakan pesta emas.</p>
<p><div id="attachment_385" class="wp-caption aligncenter" style="width: 253px"><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/desa-puter-dulu-sekarang-dan-esok/br-paulus-adisumarno-in-action/" rel="attachment wp-att-385"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/Br.-Paulus-Adisumarno-in-action.jpg" alt="Br. Paulus Adisumarno in action." title="Br.-Paulus-Adisumarno-in-action" width="243" height="240" class="size-full wp-image-385" /></a><p class="wp-caption-text">Br. Paulus Adisumarno in action.</p></div><br />
9.	Br. Gregorius, BM. Beliau bertugas di percetakan sekaligus sebagai pimpinan asrama SMK Grafika.<br />
10.	Br. Marselinus, BM. Bertugas di panti asuhan.<br />
11.	Br. Agapitus, BM. Bertugas di percetakan.</p>
<p><div id="attachment_386" class="wp-caption aligncenter" style="width: 320px"><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/desa-puter-dulu-sekarang-dan-esok/rileks-sejenak-di-ruang-rekreasi/" rel="attachment wp-att-386"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/Rileks-sejenak-di-ruang-rekreasi.jpg" alt="Rileks sejenak di ruang rekreasi" title="Rileks-sejenak-di-ruang-rekreasi" width="310" height="235" class="size-full wp-image-386" /></a><p class="wp-caption-text">Rileks sejenak di ruang rekreasi</p></div><br />
Meski para bruder penuh kesibukan dengan karya-karya, mereka tidak lupa mendoakan doa Gereja dan terus-menerus hadir dalam perayaan ekaristi harian di Kapel Desa Putera.</p>
<p><div id="attachment_387" class="wp-caption aligncenter" style="width: 266px"><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/desa-puter-dulu-sekarang-dan-esok/biara-bruder-komunitas-desa-putera/" rel="attachment wp-att-387"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/Biara-Bruder-Komunitas-Desa-Putera.jpg" alt="Biara Bruder Komunitas Desa Putera" title="Biara-Bruder-Komunitas-Desa-Putera" width="256" height="210" class="size-full wp-image-387" /></a><p class="wp-caption-text">Biara Bruder Komunitas Desa Putera</p></div><br />
Pada tanggal 25 November 2010, para bruder dan seluruh warga kompleks Desa Putera sangat berbahagia karena Bapak Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo berkenan mengunjungi para bruder dan merayakan perayaan ekaristi dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Bruder Budi Mulia dan karya-karyanya, teristimewa di Kompleks Desa Putera. Kunjungan ini merupakan kunjungan yang kedua. Pada perayaan krisma untuk putera-puteri paroki, Bapak Uskup berkenan sejenak untuk hadir di bruderan.<br />
Sejak pagi hari para bruder sudah bersiap diri. Para siswa berdiri di sepanjang jalan menyambut kedatangan Bapak Uskup. Suatu peristiwa yang jarang terjadi. Perayaan ekaristi dimeriahkan koor Desa Putera Choir yang terdiri dari putera-puteri SMP Desa Putera.<br />
<div id="attachment_388" class="wp-caption aligncenter" style="width: 269px"><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/desa-puter-dulu-sekarang-dan-esok/siswa-menyambut-kedatangan-bapak-uskup/" rel="attachment wp-att-388"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/siswa-menyambut-kedatangan-Bapak-Uskup.jpg" alt="Siswa-siswa menyambut kedatangan Bapak Uskup." title="-siswa-menyambut-kedatangan-Bapak-Uskup" width="259" height="181" class="size-full wp-image-388" /></a><p class="wp-caption-text">Siswa-siswa menyambut kedatangan Bapak Uskup.</p></div>
<div id="attachment_389" class="wp-caption aligncenter" style="width: 326px"><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/desa-puter-dulu-sekarang-dan-esok/para-bruder-komunitas/" rel="attachment wp-att-389"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/Para-Bruder-Komunitas.jpg" alt="Para Bruder Komunitas Desa Putera bersama Bapak Uskup. Kika Br.Tarsis, Br.Agapitus, Br.Kristian, Br. Paulus, Br.Andreas, Br. Yohanes de Britto, Bapak Uskup, Br. Leonardus, Br. Gerardus, Br. Konradus,Br. Marcel" title="Para-Bruder-Komunitas" width="316" height="195" class="size-full wp-image-389" /></a><p class="wp-caption-text">Para Bruder Komunitas Desa Putera bersama Bapak Uskup. Kika Br.Tarsis, Br.Agapitus, Br.Kristian, Br. Paulus, Br.Andreas, Br. Yohanes de Britto, Bapak Uskup, Br. Leonardus, Br. Gerardus, Br. Konradus,Br. Marcel</p></div>
<p>Kegembiraan dan sukacita kami juga milik anda. Demikian motto para bruder komunitas Desa Putera. Dengan penuh sukacita kami melayani dan melayani sesama sebagai penerus rohani Bapa Stephanus Modestus Glorieux.</p>
<div id="attachment_390" class="wp-caption aligncenter" style="width: 326px"><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/desa-puter-dulu-sekarang-dan-esok/br-humbertus-perna/" rel="attachment wp-att-390"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/Br.-Humbertus-perna.jpg" alt="Br. Humbertus pernah menjadi anggota Komunitas DP dan mengajar di SMP DP dalam Perayaan 50 Tahun SMP DP." title="Br.-Humbertus-perna" width="316" height="195" class="size-full wp-image-390" /></a><p class="wp-caption-text">Br. Humbertus pernah menjadi anggota Komunitas DP dan mengajar di SMP DP dalam Perayaan 50 Tahun SMP DP.</p></div><br />
Kompleks Desa Putera merupakan kompleks yang luas dengan karya yang beragam. Semua yang kami lakukan hanya untuk mewujudkan pilihan kami untuk mengabdi orang miskin sesuai visi Bapa Pendiri.<br />
Dalam mewujudkan opsi tersebut, para bruder bekerja sama dengan pihak-pihak terkait Gereja dan masyarakat. </p>
<p><div id="attachment_391" class="wp-caption aligncenter" style="width: 326px"><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/desa-puter-dulu-sekarang-dan-esok/lukisan/" rel="attachment wp-att-391"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/Lukisan.jpg" alt="" title="Lukisan" width="316" height="195" class="size-full wp-image-391" /></a><p class="wp-caption-text">Lukisan karya Bapak Sadono Kepala SD Desa Putera</p></div>
<p>Sadari Hati&#8230;..<br />
Oleh: Cintatya, Siswi Kelas IX SMP Desa Putera</p>
<p>Penyesalan tidak pernah berada di depan, penyesalan selalu terletak di belakang<br />
Menyadari langkah yg salah, ketika terkena rasa sakit yg tak tertahankan.<br />
Begitu juga dengan aku.<br />
Saat berjalan, aku lupa untuk berhenti<br />
Untuk sekedar menoleh ke belakang, memastikan arah yg benar<br />
Atau sekilas menunduk, untuk memastikan tak ada kerikil di jalan ku.<br />
Aku terlalu terpaku oleh cahaya di hadapan ku<br />
Hingga tak pernah terfikir itu hanya kamuflase alam untuk meninabobokan ku<br />
Ketika tersadar, ternyata aku hanya melangkah, berjalan dalam labirin yg tak berujung<br />
Aku harus berhenti. harus&#8230;!!!<br />
Perlu keberanian besar untuk melakukannya<br />
Meski kehilangan adalah upahnya<br />
Mencoba berdiam sejenak dalam kalbu yg jujur.<br />
Aku sempat mengenalnya, menghormatinya, mengaguminya, bahkan menyayanginya<br />
Dan itu sudah lebih dari cukup<br />
Aku harus berhenti dan menyimpan apa yg telah aku miliki<br />
Aku tak kan kehilangan apa-apa<br />
Selama dia ada dan bersemayam dalam benakku, entah sampai kapan.<br />
Terima kasih Tuhan&#8230;.<br />
Kau pernah memberikan yg terbaik bagiku<br />
Dan aku bangga telah mengenalnya&#8230;&#8230;</p>
<p>(Cintatya Vanya Anindia Wisesa)<br />
SMP DP’ IXB</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/desa-puter-dulu-sekarang-dan-esok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berita Dari Provinsialat</title>
		<link>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/berita-dari-provinsialat/</link>
		<comments>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/berita-dari-provinsialat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 09:58:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kongregasibudimulia.com/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Para Bruder yang terkasih Kita telah memasuki tahun 2011, dihadapan kita terbentang harapan dan tantangan. Hidup ini akan indah bila tantangan itu kita jadikan sebagai peluang, bukan sebagai penghambat. Kita berharap agar pada tahun ini akan lebih baik lagi, dan mari kita serahkan semuanya ke dalam lindunganNya. Semoga kita semakin dalam mengenal diri Sang Sabda Kehidupan, kita semakin menghayati dan mendalaminya. Beberapa Peristiwa yang terjadi di provinsi kita dalam periode<a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/berita-dari-provinsialat/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para Bruder yang  terkasih<br />
	Kita telah memasuki tahun 2011, dihadapan kita terbentang harapan dan tantangan. Hidup ini akan indah bila tantangan itu kita jadikan sebagai peluang,<span id="more-362"></span> bukan sebagai penghambat. Kita berharap agar pada tahun ini akan lebih baik lagi, dan mari kita serahkan semuanya ke dalam lindunganNya. Semoga kita semakin dalam mengenal diri Sang Sabda Kehidupan, kita semakin menghayati dan mendalaminya. </p>
<p>Beberapa Peristiwa yang terjadi di provinsi kita dalam periode November 2010 &#8211; Januari 2011</p>
<p>1.	Sidang Pleno MABRI 11-14 November 2010 di rumah retret Prigen Keuskupan Malang</p>
<p>Dari Budi Mulia dihadiri oleh 4 bruder yaitu: Br Alex dan Br. Damas Mewakili DPP, serta Br Germano dan Br. Herman mewakili unit karya. Tema untuk pertemuan ini: Kepemimpinan yang bersumber dari Passion For Christ, Passion For Humanity. Pada acara hati ke hati, setiap kongregasi diberi kesempatan untuk sharing pengalaman tentang perkembangan kongregasi dan karya yang ditangani. Kekeluargaan sebagai bruder / frater cukup terasa pada saat kongregasi lain memberi masukan atau peneguhan  untuk kelangsungan hidup masing-masing kongregasi.</p>
<p>2.	Hari Jadi Kongregasi 25 November 2010</p>
<p>Pada umumnya komunitas merayakan hari jadi kongregasi dengan guru dan karyawan yang ada disekitar komunitas.<br />
Br. Alex beserta pengurus yayasan menghadiri perayaan Pesta Emas SMP Desa Putera dan pesta perak 3 guru karyawan yaitu: Bp. Agus Setiawan (SMK DP), Bp. Niman (SD DP), Ibu Marsinah (Balkesmas DP), di lingkungan Desa putera. Perayaan ekaristi penuh syukur dipimpin oleh Mgr. Ignatius Suharyo PR, didampingi pastor paroki Ratu Rosari Jagakarsa. Sore harinya dilanjutkan perayaan pesta perak  untuk salah seorang karyawan percetakan yakni Bp. Agus Salim. Keesokan harinya 26 November 2010 Br. Alex beserta bruder-bruder yang pernah mengajar di SMP Desa Putera menghadiri Reuni Perdana SMP Desa Putera. Dalam sambutan-sambutan terungkap harapan agar ada lanjutan dari reuni dan relasi yang lebih baik antara alumnus dengan sekolah sehingga bisa saling menguntungkan. Semoga harapan ini bisa tercapai.</p>
<p>3.	Kunjungan Pastoral dari Mgr. Ignatius Suharyo, Pr</p>
<p>Sehubungan dengan terpilihnya Provinsial dan dewannya yang baru ada rencana silaturahmi sekaligus perkenalan kepada Mgr. Igtaius Suharyo selaku uskup KAJ. Namun setelah diinformasikan kepada Bapak Uskup, beliau sendiri yang akan datang berkunjung ke komunitas Gunung Sahari; bertemu dengan DPP yang baru sekaligus kunjungan pastoral ke komunitas. Lewat kunjungan ini Bapak Uskup menyampaikan sekilas Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta serta harapan-harapan beliau, antara lain: tentang kepemimpinan yang partisipatif dan transformatif; pembenahan administrasi dan keuangan yang lebih transparan di paroki-paroki KAJ. Bapak Uskup juga mengharapkan komunikasi yang lebih baik antara para romo, bruder dan suter.</p>
<p>4.	Cuti Para Bruder</p>
<p>Dipenghujung tahun 2010 ada beberapa bruder mengadakan cuti sekaligus juga merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga. Br Alex, Br Nico. Br Ivo, Br Herman, Br. Hendrikus, Br. Raymon mengambil cuti antar pulau sementara beberapa bruder yang lain juga mengambil cuti dalam pulau. Semoga kegembiraan bersama keluarga membawa semangat yang baru ke komunitas masing-masing.</p>
<p>5.	Visitasi Tiga Komunitas Jakarta-Bogor</p>
<p>Br. Alex melakukan visitasi perdana ke komunitas Desa Putera, dilanjutkan komunitas Bogor dan Gunung sahari.<br />
Pada kesempatan kunjungan ini diadakan wawan hati/sharing pribadi dan pertemuan bersama di komunitas. Dari hasil wawan hati ada hal-hal yang diambil sebagai kesepakatan komunitas yang akan ditindaklanjuti oleh komunitas dalam kebersamaan mereka selanjutnya. </p>
<p>6.	Rapat Dewan Pastoral Keuskupan Bogor dengan DPP</p>
<p>Dilaksanakan tanggal 16 Januari 2011. Rapat dihadiri oleh Mgr. Michael Angkur, OFM beserta stafnya dari DPKB (Dewan Pastoral Keuskupan Bogor) dengan DPP.<br />
Rapat ini membahas tentang rencana pembangunan di kompleks yang dipakai oleh Budi Mulia dan seminari untuk kepentingan Pusat Pastoral Keuskupan Bogor. Dalam pembicaraan disepakati antara lain perlunya Pembangunan Pusat pastoral Keuskupan Bogor. Bangunan tersebut terpisah dari bangunan Budi Mulia, dan pengelolaannya juga akan terpisah.<br />
Menurut rencana Keuskupan, Pusat Pastoral akan segera dibangun. Sementara Untuk bangunan Budi Mulia akan dibicarakan dengan pihak Yayasan Budi Mulia Lourdes.</p>
<p>DPP mengucapakan selamat berkarya kepada kita semua, semoga semangat pelayanan terhadap Kaum Miskin semakin dapat kita wujudkan dalam karya pelayanan kita masing-masing.</p>
<p>Salam Persaudaraan, </p>
<p>Br. Alex Ginting, BM</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/berita-dari-provinsialat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UNSUR POLITIK MEMPENGARUHI dinamika HIDUP [GEREJA] KITA</title>
		<link>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/bbm-bersubsidi-2/</link>
		<comments>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/bbm-bersubsidi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 09:57:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Rukun]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kongregasibudimulia.com/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Br. Frans Sirait, BM “Semuanya berawal dari pikiran, tinggal keberanian untuk merombak tanpa merusak. Semua kebijakan mengandung unsur politis, besar atau kecil.” Politik bisa dikatakan sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara, telah lahir sejak manusia itu ada sampai pada akhirnya terbentuk sebuah komunitas besar yakni masyarakat. Setiap bangsa menjalankan politik, baik politik dalam negeri maupun politik luar negeri untuk menjaga kepentingan bangsanya. Dalam perjalanan sejarah manusia, bangsa-bangsa kuno<a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/bbm-bersubsidi-2/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/bbm-bersubsidi-2/franssirait/" rel="attachment wp-att-358"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/franssirait.jpg" alt="" title="franssirait" width="156" height="156" class="alignleft size-full wp-image-358" /></a>Oleh: Br. Frans Sirait, BM<br />
“Semuanya berawal dari pikiran, tinggal keberanian untuk merombak tanpa merusak. Semua kebijakan mengandung unsur politis, besar atau kecil.”<span id="more-357"></span></p>
<p>Politik bisa dikatakan sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara, telah lahir sejak manusia itu ada sampai pada akhirnya terbentuk sebuah komunitas besar yakni masyarakat. Setiap bangsa menjalankan politik, baik politik dalam negeri maupun politik luar negeri untuk menjaga kepentingan bangsanya.</p>
<p>Dalam perjalanan sejarah manusia, bangsa-bangsa kuno seperti Mesir, Yunani, Romawi, dan Persia, telah menjalankan politik untuk melindungi daerah kekuasaannya bahkan menjajah bangsa lain untuk memperluas kekuasaan. Bangsa-bangsa pada jaman dahulu berpandangan bahwa kebesaran suatu bangsa lebih pada seberapa luas daerah kekuasaannya bukan pada tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Padahal, tujuan dibentuknya suatu negara atau bangsa merupakan wadah untuk menjamin hak-hak  dan kewajiban setiap warga demi kesejahteraan bersama. Itu sebabnya, komunitas besar atau masyarakat tadi harus diatur sedemikian rupa menurut keberadaannya.<br />
Sistem perpolitikan suatu bangsa dahulu dan sekarang sangat mempengaruhi pola pikir masyarakat di dalamnya, termasuk birokrat, partai, organisasi kemasyarakatan tingkat nasional sampai lokal, serta organisasi keagamaan. Produk hukum yang ada adalah hasil konstelasi dinamika politik suatu bangsa. Maka topik mengenai politik tidak akan pernah habis dan tetap aktual selama manusia itu ada. Kebetulan penulis agak berminat mengikuti topik-topik politik. Jangan-jangan salah jurusan ya! Tapi kayaknya tidak juga, karena bahasa merupakan paket semua disiplin ilmu, termasuk politik. Maaf, artikel ini sedikit lebih panjang dari edisi-edisi sebelumnya, semoga bermanfaat mengawali Tahun Baru 2011.</p>
<p>Relevansinya dengan Hidup Menggereja<br />
Gereja sebagai lembaga keagamaan sedikit banyak dipengaruhi oleh dinamika politik yang sedang berkembang pada jamannya. Mengapa? Karena orang-orang yang bergerak dalam kepengurusan gerejawi termasuk para religius terbentuk dari pola umum yang sedang berkembang tadi. Kita tentu tahu bahwa sebelum konsili Vatikan II, Gereja sendiri dapat dikatakan masih konservatif. Kemudian lahirlah tokoh reformis Gereja Paus Yohanes Paulus XXIII, yang menghasilkan reformasi atas doktrin-doktrin Gereja katolik. Dampaknya  sungguh besar dalam seluruh kehidupan Gereja. Sebelum pembaharuan terjadi, mungkin saja cara mengamalkan nilai-nilai agama dan penghayatan iman pada saat itu<br />
dipandang tepat dan efektif. Semuanya berawal dari pikiran, tinggal keberanian untuk merombak tanpa merusak. Semua kebijakan mengandung unsur politis, besar atau kecil. Menurut Dosen FEB UGM Prof. Dr. Ainun Na’im, dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar mengatakan bahwa “Pengambilan keputusan merupakan suatu proses mengkombinasikan pendekatan rasional dan judgmental yang prosesnya tidak dapat diformulasikan secara lengkap. Dalam proses ini, pengambilan keputusan selalu menghadapi resiko yang berpengaruh pada proses judgement itu sendiri” (Kedaulatan Rakyat, 3/1/2011). Siapa bisa memastikan dalam proses pemilihan Paus (konklaf) tidak memperhitungkan faktor geopolitik? Politik juga bisa diartikan sebagai kebijaksanaan, dan kebijaksaan itu datang dari Allah, yang hadir dalam gerakan Roh menyinari hati dan pikiran manusia untuk tanggap akan segala kemungkinan.<br />
Mengapa hal itu perlu? Seiring perkembangan jaman, peradaban manusia semakin berkembang </p>
<p>terus-menerus. Segala sesuatu perlu dipertimbangkan secara matang, karena menyangkut kepentingan dan hidup orang banyak. Di dunia ini tidak ada yang 100% mutlak benar, tetapi terbuka untuk diperdebatkan dengan melihat dari berbagai sudut pandang. Bisa jadi apa yang kita anggap baik dan benar pada saat ini tidak lagi tepat dan benar pada periode berikutnya. Seolah-olah semuanya serba relatif. Maka, kata “dulu dan dulu” tidak pernah menjawab apa yang menjadi tuntutan riil sekarang ini. Itu hanya sebuah ungkapan yang tidak realistis dan bernada frustrasi. Sejarah harus dipahami sebagai pembelajaran bersama, karena manusia adalah makhluk dinamis. Konsep mengenai suatu hal terus berkembang atau bahkan berubah, dan biasanya diiringi dengan perubahan cara mengimplementasikannya.<br />
Adakah unsur politik dalam biara?</p>
<p>Jawaban pertanyaan di atas tentu ada. Seberapa kuat? Allamualab, hanya Tuhan Allah yang bisa mengukur berapa persisnya. Tukang ampere meter bekas sudah mencari barang itu, tapi sayang sekali bandulannya belum ketemu. Barangkali sudah dicopot para pemulung jalanan alias parbotot/panggatot. Memang istilah politik lebih identik dengan sistem pemerintahan (negara-red), tapi tidak salah toh jika menggunakan istilah ini. Yang jelas ada kaitannya. Bisa jadi satu roll dua kabel.<br />
Pertama, mari kita cermati contoh praktis dalam proses pemilihan anggota Dewan Pimpinan Umum dan Propinsi suatu Ordo atau Kongregasi. Sebelum pemilihan anggota Dewan terhormat diadakan, biasanya ada istilah lobi-lobi, yakni mencoba mengkalkulasi kompetensi kandidat dalam mengemban tugas kongregasional serta merancang suatu komposisi yang tepat untuk menyukseskan kebijakan-kebijakan kapitel. Disinilah unsur “kampanye” muncul untuk mengkonsolidasikan unsur-unsur yang berdekatan. Bisa juga setiap partisipan dalam pikirannya sudah memiliki kandidat sendiri, tapi hal ini masih bisa berubah sesuai dengan tuntunan Roh Kudus. Apapun hasilnya harus dimengerti sebagai karya Roh yang menggerakkan setiap orang untuk melakukan apa yang menjadi kehendakNya. Selama orang bekerjasama dengan Roh tentu buah-buahnya juga lain daripada yang lain, yang diharapkan dapat membawa sesuatu yang berarti dalam perjalanan hidup selanjutnya. Yah, supaya sedikit rohanilah! Namun, dalam hal ini faktor integritas menjadi pertimbangan penting disamping faktor intelektual dan pengalaman. Kemampuan intelektual bisa dipoles asal tidak tumpul-tumpul amat. Sedangkan pengalaman bisa berarti pengalaman sebelumnya atau saat kita mengalaminya. Tidak ada orang lahir langsung berpengalaman, melainkan ia memulainya saat mengalami pengalaman itu. Ini sedikit filosofis dan sarkastis, namun masih realistis!</p>
<p>Kedua, rotasi (penyegaran) anggota tarekat secara reguler. Mengapa lembaga-lembaga negara melakukan periodisasi? Hal ini untuk menciptakan suasana baru; membuka peluang bagi sang aparatur yang lama dan pendatang baru berkembang dalam banyak aspek. Seorang perwira pertama polisi berpangkat AKP (Ajun Komisaris Polisi) di suatu Polsek, selanjutnya akan memperoleh promosi jabatan di jajaran Polres, yang nantinya dipersiapkan untuk menjadi Kapolres, jika prestasinya mendukung. Dengan pengandaian, perwira tadi menjalani beberapa pembinaan lanjutan dibawah wewenang Lembaga Pendidikan Kepolisian (Lemdikpol) untuk memenuhi standar profesionalitas personil. Disamping itu juga, dengan rotasi secara teratur bisa menghindari  gelar penguasa sepanjang masa alias “Raja-Raja Toba”, layaknya Soeharto yang menjadi penguasa negeri ini kurang lebih 32 tahun. Akarnya sampai ke Ujung Kulon, atau bahkan menjalar ke sum-sum tulang belakang rakyatnya. Belajar dari banyak pengalaman, maka ada baiknya juga membuat suatu aturan resmi mengenai hal ini atau paling tidak menjadi pertimbangan dalam proses penyegaran. Memang persoalan rotasi tidak dapat disimplifikasikan seperti menyortir pakaian bekas [Sumatra: rombengan/burjer/rojer], tetapi lebih pada permainan catur. Setiap langkah punya pertimbangan khusus dan target khusus pula. Posisi Raja ditempatkan sebagai Yesus, sang pengutus. Semua langkah personil (bidak-bidak) bertujuan untuk melindungi sang Raja agar semakin jaya dan dimuliakan semua orang.</p>
<p>Pola dan Strategi Politik</p>
<p>Ada dua cara berpolitik, yakni berpolitik dengan cara elegan dan sportif (konstitusional-red) dan ada pula politik “sega-sega” (inkonstitusional-red), yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Maka, bila orang terjun dalam dunia politik, ada target tertentu yang disasar. Ada kalkulasi politik yang harus dipertimbangkan. Bagaimanapun juga, politik sangat erat hubungannya dengan massa pendukung dalam meraih pengaruh dan kekuasaan. Lalu, bagaimana memobilisasi massa?<br />
Cara yang paling efektif sampai saat ini memobilisasi massa dalam menyukseskan target adalah kampanye (campaign). Dapat disetarakan dengan istilah niaga seperti promosi (promotion) suatu produk, yakni memperkenalkan dan menawarkan barang dagangannnya dengan tujuan menarik konsumen untuk membelinya. Kampanye dan promosi dalam arti tertentu sangat identik. Dalam kampanye, orang atau partai tertentu berupaya “menjual” figur para kader dan program-program andalannya supaya memperoleh suara mayoritas dalam suatu pemilihan fungsionaris, meskipun dalam prakteknya banyak tinggal kenangan, layaknya tembang kenangan bernada melankolis. Memang cara ini dapat membangun fanatisme para pendukung dalam skala besar. Namun, yang menjadi persoalan bukanlah soal kampanye atau lobi, tetapi orientasi kampanye tersebut. Perlu diingat juga bahwa kampanye tanpa diiringi oleh tindakan nyata dalam pelayanan hanyalah menjadi barang tertawaan. Fakta dan bahasa (komunikasi) adalah dua hal terpenting dalam kampanye politik. Fakta menyajikan bukti dan alasan secara rasional, dan bahasa menguraikan berbagai fakta secara lugas dan menarik. Model kampanye yang dimaksudkan di atas tentulah tidak seheboh yang dilakukan oleh partai-partai politik bangsa ini, memasang pamplet, baliho sebesar tiga kali lipat bendera pusaka RI, ataupun seperti pembagian brosur kredit sepeda motor di pinggir-pinggir jalan, apalagi “serangan fajar” (Money Politic). Bisa-bisa kantong bolong tanpa hasil yang jelas. Apalagi, kita kan “bangsa” religius..!</p>
<p>Untuk melihat apakah suatu kampanye atau promosi itu baik atau buruk secara sederhana dapat dilihat dari pola dan strateginya. Cara berkampanye yang sehat lebih pada menawarkan ide, gagasan, program-program yang terencana dan terukur, serta terobosan-terobosan baru yang bermanfaat bagi kesejahteraan bersama, merangkul semua pihak, termasuk kompetitornya. Berpikir luas dan visioner dengan pertimbangan yang komprehensif menjadi acuan bertindak. Kita tentu masih mengingat ketika Barrack Obama dan Hilary Clinton berkompetisi menjadi capres dari Partai Demokrat. Obama malah memilih saingan politiknya, Hilary diangkat menjadi menteri luar negeri AS, setelah ia terpilih menjadi presiden negara adidaya itu. Dan Hilary menyambutnya tanpa merasa lebih kecil. Sungguh elegan, bukan? Hal ini menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik dan menjungjung tinggi spotifitas. Kepentingan bangsa menjadi yang utama. Suatu sikap kenegarawan sejati. Michelle Obama pernah mengatakan dalam orasi kampanye di Chicago, “Change, we can make it if we try and never stop dreaming.”</p>
<p>Sebaliknya, kampanye hitam (Black campaign) cenderung menyerang pihak lain (competitor) dengan cara yang tidak elegan, dan cenderung destruktif; berupaya mempengaruhi massa dengan intrik-intrik mendiskreditkan pihak tertentu. Ada upaya-upaya secara terselubung untuk membentuk pola berpikir massa bahwa pihak lain tidak berkompeten. Unsur pribadi menjadi target empuk untuk melemahkan legitimasi politik kompetitornya, antara lain masalah kulitlah, etnislah, rambutlah, atau apalah namanya, gak penting juga! Buktinya, John McCain, seorang pentolan perang Vietnam  dari Partai Republik kalah melawan Barrack Obama, sang keturunan kulit hitam, dalam pemilu AS  yang sangat fenomenal pada bulan Nopember 2008. Dalam Black campaign, orientasi kampanye cenderung mengarah pada mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan. Ini tentu tidak fair dan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. Hal ini jugalah yang memicu kericuhan akhir-akhir ini terjadi di Pantai Gading, Afrika. Bahkan negara ini terancam perang saudara. Ada pihak-pihak yang tidak sportif dalam proses pemilihan. Parahnya, meskipun telah dinyatakan kalah dalam pemilihan, kandidat yang kalah masih bercokol di pemerintahan, sehingga terjadilah matahari ganda (presiden) dalam negara itu. Yah, ujung-ujungnya masyarakat juga yang menjadi korban. Aksi pembantaian massal membayangi seluruh warga. Gerakan mengungsi entah kemana saja, tak terhindarkan. Tentu tidak ada orang yang rela jadi santapan kebuasan para ekstremis. </p>
<p>Penderitaan demi penderitaan tak pernah habis hanya karena kerakusan dan kehausan kekuasaan semata. Upaya turun paksa ala Cowboy pun akan menjadi solusi terbaik saat ini dari Komunitas Ekonomi Negara-negara di Afrika Barat (Ecowas) untuk mereduksi konflik sebelum situasi makin tak terkendali. Ini sungguh memilukan hati.<br />
Contoh lain, salah satu tarekat Fransiskanes di Keuskupan Agung Medan, beberapa tahun lalu terjadi konflik internal cukup serius. Terbentuk  dua kubu, dikalangan religius dikenal istilah pro-integrasi dan pro-kemerdekaan. Mungkin istilah ini diserap dari peristiwa jajak pendapat (referendum) di Timor-Timur pada tahun 1999 silam. </p>
<p>Kelihatannya masalah sepele, namun bila ditelusuri kemungkinan besar sudah terpendam lama bak bola panas yang menggelinding dari angkatan per angkatan akibat mandegnya komunikasi di tingkat atas-bawah. Bisa jadi sudah terdeteksi sebelumnya, tapi karena kurang mendapat porsi yang memadai, meledaklah bola panas itu. Tragisnya, satuan “Pemadam Kebakaran” tidak segera datang, mungkin kesulitan mencari air, meskipun air Danau Toba melimpah. Kalau saya sih mending bola panasnya disimpan buat energi listrik terbarukan, atau dilemparkan ke pantat pencuri sapi korban erupsi gunung Merapi, biar kapok. Bagaimanapun juga, ketidakadilan dan kesalahpahaman dilihat sebagai pemicu utama perseteruan bernada rasial tersebut. Pesan orang bijak hati boleh panas, tapi kepala tetap dingin, belumlah sampai ketataran aplikatif. Diplomasi dan dialog yang intensif kiranya bisa mencairkan instabilitas lembaga tersebut. Syukur kepada Allah, yang seperti ini tentu [mungkin] tidak ada di Kongregasi Budi Mulia.<br />
Dari dua model di atas dapat kita lihat perbedaan tingkat kedewasaan berpolitik dalam menerapkan pola demokrasi yang dihembuskan negara Barat sebagai pilihan terbaik saat ini. Yang satu progesif, yang satunya lagi mengalami regresi dan degradasi. Ada perbedaan orientasi dan cara bepikir yang sungguh mencolok, bagaikan lautan dan daratan. Karena laut lebih luas daripada daratan. Mengapa tidak bagaikan langit dan bumi? Ah, langit terlalu luas sehingga terkesan berlebihan. Kita, eh bangsa kita berada di posisi mana ya? Jangan-jangan sampai baru setingkat Republik BBM alias Baru Bisa Mimpi, bersubsidi lagi!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/bbm-bersubsidi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BBM BERSUBSIDI</title>
		<link>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/bbm-bersubsidi/</link>
		<comments>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/bbm-bersubsidi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 09:53:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Rukun]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kongregasibudimulia.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[“Jangan kita mengatakan pelayanan tetapi banyak tuntutan tetapi syukuri apa yang anda beri maka semuanya akan diberkati” Saat ini kasus mafia pajak mencuat kepermukaan sama seperti letusan gunung merapi yang berpuluh-puluh tahun lelap dalam tidurnya. Negara kita sudah sangat hancur ditipu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Namun kaitannya dengan itu ada rancangan pemerintah yang terlupakan menyangkut akan dihapuskannya BBM bersubsidi yakni bensin. Sebagai pengendara tentu saya tidak habis pikir<a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/bbm-bersubsidi/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Jangan kita mengatakan pelayanan tetapi banyak tuntutan tetapi syukuri apa yang anda beri maka semuanya akan diberkati”<br />
<div id="attachment_352" class="wp-caption aligncenter" style="width: 322px"><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/bbm-bersubsidi/bbm/" rel="attachment wp-att-352"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/bbm.jpg" alt="Ilustrasi BMM Bersubsidi" title="bbm" width="312" height="264" class="size-full wp-image-352" /></a><p class="wp-caption-text">Ilustrasi BMM Bersubsidi</p></div></p>
<p>Saat ini kasus mafia pajak mencuat kepermukaan sama seperti letusan gunung merapi yang berpuluh-puluh tahun lelap dalam tidurnya. <span id="more-351"></span>Negara kita sudah sangat hancur ditipu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Namun kaitannya dengan itu ada rancangan pemerintah yang terlupakan menyangkut akan dihapuskannya BBM bersubsidi yakni bensin. Sebagai pengendara tentu saya tidak habis pikir apa maksud BBM bersubsidi ini dihapuskan? Saya hanya tahu bahwa itu bertujuan untuk menolong masyarakat menengah dan miskin. </p>
<p>BBM adalah kebutuhan pokok masyarakat. Aktivitas sehari hari menjadi lancar dan efektif. Coba saja tiba-tiba pombensin kehabisan BBM tentu kegiatan masyarakat menjadi lumpuh. Sayang rasanya subsidi ini akan dihapus pemerintah, pemakai bensin akan beralih ke pertamax terkecuali kendaraan memiliki plat kuning atau sarana angkitan umum. Bagaimana masyarakat akan hidup jika hal ini sungguh diterapkan? Bagaimana pula biara mengelola hal ini dimana hamper semua komunitas memiliki sarana kendaraan?</p>
<p>Praktis dalam hidup membiara pastilah pemikiran ini akan terus terbawa ke dalam pemikiran yang lebih rohani. Uang yang saya keluarkan untuk<br />
mendapatkan bahan baker bersubsidi ini pun saya disubsidi…?? Dalam permenungan hal ini kubawa dalam kesadaran bahwa apa yang aku gunakan hanyalah fasilitas bersama yaitu komunitas. Seperti syair sebuah lagu “… Ku tak membawa apapun juga, saat kudatang ke dunia. Kutinggal semuanya pada akhirnya, saat ku kembali ke surga …” Semua yang aku dapatkan hanyalah subsidi Yang Maha Kuasa lewat pelayananku di Tarekat. Karena itu apa yang harus aku banggakan …? Tidak ada! Inilah diriku seorang hamba Tuhan. Jikalau ada kepasrahan diri secara total dalam pelayanan pasti hal-hal lain akan ditambahkan/disubsidikan. Logika sederhana saya apabila semuanya itu diambil daripadaku bagaimana saya bias hidup, makan !!</p>
<p>Kongregasi adalah pemerintah yang memberi subsidi bagi anggotanya. Pelayanan adalah tanpa pamrih, total untuk sesama yang berkekurangan. Jangan kita mengatakan pelayanan tetapi banyak tuntutan tetapi syukuri apa yang anda beri maka semuanya akan diberkati. Saya bukan benalu yang cari aman dalam hidup tetapi saya bangga terpanggil menjadi Bruder Budi Mulia walau hanya seorang “Bruder Budi Mulia Bersubsidi” / BBM Bersubsidi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/bbm-bersubsidi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Mengajar Dengan Hati</title>
		<link>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/belajar-mengajar-dengan-hati-2/</link>
		<comments>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/belajar-mengajar-dengan-hati-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 09:51:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Rukun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kongregasibudimulia.com/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Br. Ivan, BM. Profesi yang saat ini saya geluti mengajak saya untuk lebih giat lagi mencari solusi bagaimana proses belajar dan mengajar itu lebih menarik di hadapan anak-anak sehingga mudah untuk dipahami. Menjadi seorang guru tentunya sudah memahami arti sebuah proses yang tidak ada habis-habisnya dengan kata lain tidak pernah berhenti dalam proses belajar dan mengajar itu sendiri. Banyak orang dan termasuk saya tidak mencita-citakan menjadi seorang guru tidak<a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/belajar-mengajar-dengan-hati-2/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Br. Ivan, BM.</strong><br />
	Profesi yang saat ini saya geluti mengajak saya untuk lebih giat lagi mencari solusi bagaimana proses belajar dan mengajar itu lebih menarik di hadapan anak-anak sehingga mudah untuk dipahami. <span id="more-349"></span>Menjadi seorang guru tentunya sudah memahami arti sebuah proses yang tidak ada habis-habisnya dengan kata lain tidak pernah berhenti dalam proses belajar dan mengajar itu sendiri. Banyak orang dan termasuk saya tidak mencita-citakan menjadi seorang guru tidak tahu apa alasannya. Pendidikan hanya dijadikan bahan percobaan terus menerus oleh pemerintah dalam rangka mencari pendidikan yang ideal di Indonesia. Hasilnya guru atau pengajar menjadi bingung karena setiap tahun harus mengganti kurikulum yang sebenarnya itu-itu saja.</p>
<p>	Mungkin kita tidak menyadari bahwa karakter anak didik juga mengalami perkembangan. Begitu banyaknya anak didik dengan karakter yang berbeda harus mendapatkan pendidikan dengan cara yang sama. “bagaimana mungkin ini terjadi??”. Oleh karena itu, mau tidak mau proses belajar-mengajar sangat berdampak bagi peserta didik. Kepekaan guru sangat menentukan perkembangan anak, karena dengan memperhatikan situasi dan kondisi anak didiknya, peserta didik bukan semata-mata objek yang dibentuk dan menjadi penderita pendidikan. Karena itu belajarlah MENGAJAR DENGAN HATI.</p>
<p>	Menjadi seorang guru berarti harus siap menjadi pembelajar seumur hidup dan harus memiliki dua ranah pribadi, ranah yang pertama adalah bahwa seorang guru harus belajar agar mahir mengajar dan mendidik peserta didiknya, dan ranah yang kedua adalah guru harus belajar agar mahir memahami peserta didiknya yang diajar dan di didik. Seorang guru harus belajar ilmu dan bersikap, harus bersedia mengasah akal budinya dan mempertajam perhatiannya (memberikan hati dalam proses belajar-mengajar). Masa belajar seorang guru tidak akan pernah habis, sikap seperti itu harus ditopang dengan kerendahan hati agar sikap belajar tanpa henti menjadi kebiasaan atau habitus. Sebuah kebiasaan yang tidak dijadikan tugas atau kewajiban apalagi tuntutan, melainkan merasa bebas dan bahagia dalam melakukannya.</p>
<p>	Sejatinya, tuntutan sebagai seorang pembelajar bukanlah merupakan sesuatu hal yang sangat istimewa, melainkan sebagai konsekuensi dari profesi yang diemban baik secara terpaksa atau tidak. Tugas seorang guru adalah belajar, mengajar agar peserta didik tahu cara belajar namun dirinya sendiri tidak suka belajar. Bukankah hal ini menjadi kebohongan besar?  Yang menjadikan anak sebagai objek penderita dalam pendidikan, dan yang sering menjadi dilema adalah kurangnya pemberian hati dalam mendidik anak dan yang terjadi kekerasan dalam mendidik.</p>
<p>	Sungguh indah seorang guru yang memiliki habitus belajar dan memiliki ketajaman hati dalam mendidik anak dan hal ini menjadi salah satu keistimewaan. Semuanya itu bisa kita lakukan apabila kita memberikan hari dan waktu dalam melakukan permenungan atau refleksi sebelum dan sesudah proses mengajar belajar dengan hati. Menjadikan diri sebagai teladan pembelajar dan memiliki hati bagi sang pelajar, sehingga anak terangsang untuk berlomba-lomba dalam belajar.</p>
<p>	Suatu komunitas menjadi tempat yang baik bagi seorang guru karena untuk berbagi suka dan duka menjadi seorang guru sangat membantu dalam perkembangannya dalam mendidik anak dengan menggunakan hati.</p>
<p>	Doa menjadi modal dalam memulai segala kegiatan dalam belajar mengajar, dengan mengawali segala sesuatunya dengan doa, hasilnya juga tidak akan jauh dari kata puas. Karena dengan berdoa berarti seorang guru menimba pengetahuan sejati dari Sang Maha Segala Guru dan memiliki hati dalam setiap tindakan yang dilakukannya. Mari bekerja bersama dengan doa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/belajar-mengajar-dengan-hati-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Valentine day’s</title>
		<link>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/valentine-day%e2%80%99s/</link>
		<comments>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/valentine-day%e2%80%99s/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 09:47:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Rukun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kongregasibudimulia.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[Valentine day’s MEREKALAH SAHABATMU Hargai dan peliharalah selalu persahabatan Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri. Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya… Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan<a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/valentine-day%e2%80%99s/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Valentine day’s<br />
MEREKALAH SAHABATMU<br />
 <div id="attachment_346" class="wp-caption aligncenter" style="width: 389px"><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/valentine-day%e2%80%99s/valentine/" rel="attachment wp-att-346"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/valentine.jpg" alt="Valentine day" title="valentine" width="379" height="245" class="size-full wp-image-346" /></a><p class="wp-caption-text">Valentine day</p></div><br />
Hargai dan peliharalah selalu persahabatan<br />
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.<span id="more-345"></span><br />
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.</p>
<p>Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…<br />
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.<br />
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur &#8211; disakiti, diperhatikan &#8211; dikecewakan, didengar &#8211; diabaikan, dibantu &#8211; ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.</p>
<p>Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.<br />
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.<br />
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.</p>
<p>Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.<br />
Ingatlah kapan terakhir kali kamu berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kamu ?? Siapa yang mengasihi kamu saat kamu merasa tidak dicintai ?? Siapa yang ingin bersama kamu saat kamu tak bisa memberikan apa-apa ??<br />
MEREKALAH SAHABATMU<br />
Hargai dan peliharalah selalu persahabatanmu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/valentine-day%e2%80%99s/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TANTANGAN MENJADI PELAYAN !</title>
		<link>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/338/</link>
		<comments>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/338/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 09:45:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Rukun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kongregasibudimulia.com/?p=338</guid>
		<description><![CDATA[(pengalamanku melayani anak-anak yang berkebutuhan khusus) tidak hanya anak-anak ini yang membutuhkan pelayanan, tapi mungkin masih banyak yang membutuhkan pelayanan kita Pengalamanku live in di Bhakti Luhur kurang lebih tiga minggu ini memberikan kesan tersendiri. Saya tinggal di Wisma Bunga Tanjung 4. Di Bhakti Luhur ini saya membantu melayani anak-anak yang berkebutuhan khusus. Pada awalnya saya merasakan cukup berat untuk tinggal dan melayani anak-anak ini. Di wisma ini ada 9<a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/338/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>(pengalamanku melayani anak-anak yang berkebutuhan khusus)</em></p>
<p>tidak hanya anak-anak ini yang membutuhkan pelayanan, tapi mungkin masih banyak yang membutuhkan pelayanan kita</p>
<p>	Pengalamanku live in di Bhakti Luhur kurang lebih tiga minggu ini memberikan kesan tersendiri. Saya tinggal di Wisma Bunga Tanjung  4. Di Bhakti Luhur ini saya membantu melayani anak-anak yang berkebutuhan khusus. Pada awalnya saya merasakan cukup berat untuk tinggal dan melayani anak-anak ini. Di wisma ini ada 9 anak yang dilayani oleh 2 orang perawat dan 2 orang siswa praktik.  Di tempat ini, mereka yang berkebutuhan khusus dipanggil dengan sebutan anak, walaupun usia mereka lebih tua. Anak-anak yang berkebutuhan khusus ini bermacam-macam : ada yang autis mulai dari ringan sampai yang berat/hyperaktif , ada retmen ( retardasi mental ), cp (cerebral palsy), epilepsy. Gejala yang menonjol pada anak yang autis adalah sikap anak yang cenderung tidak mempedulikan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, seolah-olah menolak berkomunikasi dan berinteraksi, serta seakan hidup dalam dunianya sendiri. Anak austik juga mengalami kesulitan dalam memahami bahasa dan berkomunikasi secara verbal. (sumber internet)  </p>
<p>	Di wisma ini anak-anak dibantu; mulai dari mandi, memakaikan pakaian hingga makan. Walaupun tidak semua yang dibantu, namun juga ada yang makan harus disuapi, karena memang kondisinya  CP berat yang hanya bisa berbaring di tempat tidur. Satu anak ini yang harus dibantu semuanya termasuk membersihkan kotorannya ( feses dan urine).  Bisa dibayangkan setiap hari harus  mencium dan membersihkan kotorannya, apalagi pada jam-jam mandi. </p>
<p>	Di tempat ini anak-anak ini juga diberikan ketrampilan, ada beberapa anak dalam setiap wisma itu yang diwajibkan untuk sekolah di SLB. Anak-anak ini didampingi oleh pengasuh, dan setiap hari anak-anak ini sekolah dari hari Senin sampai Sabtu. Di sekolah macam-macam ketrampilan yang mereka dapatkan; mulai dari menulis, membaca, berhitung, menempel, mewarnai, menggambar,menyulam, membuat sulak hingga membuat tempe bahkan masih banyak lagi. Kejadian lucu hingga aneh banyak dijumpai di sekolah; mulai dari yang marah/ngambek, teriak-teriak, ada yang tidur terus, ada yang lari kesana-kemari sambil ngoceh-ngoceh yang tidak jelas hingga kebiasaan-kebiasaan aneh misal ; setiap menit ada anak yang sering ke kamar mandi atau yang sering mengambilli kotak sampah dsb. Maka kesabaran sebagai pengasuh dan Guru itu sangat di harapkan. Dan bila tidak disadari dan tahu dengan kondisi anak ini kita akan berpandangan aneh, namun apabila sudah terbiasa semuanya akan menjadi biasa dan kita tidak merasa aneh lagi. Maka dengan kegiatan belajar ini yang diharapkan mereka dapat bersosialisasi dengan temannya dan memberikan motivasi bahwa mereka juga bisa berbuat untuk dirinya sendiri bahkan untuk orang lain.   </p>
<p>	Pengalaman ini membawa permenungan bagi saya, bahwa anak-anak inipun tidak menghendaki keadaan seperti ini. Namun justru karya Allah dalam diri mereka inilah yang membuka mata hati setiap orang untuk terlibat dalam karya penyelamatan Allah.  Dengan keadaan mereka seperti itu, bahwa mereka masing-masing memiliki keunikan yang berbeda-beda. Maka kadang-kadang saya tertawa melihat tingkah anak-anak ini, namun juga sekali waktu membuat kesal dan jengkel terutama yang menderita autis hyperaktif.  Kesabaran dan  pengertian yang selalu dituntut dalam situasi seperti ini, karena kondisi mereka seperti itu. Pengalaman saya biasanya saya biarkan yang penting tidak merusak/menyakiti dirinya sendiri dan orang lain atau benda yang lain. Sekali lagi mereka ini mengalami kesulitan interaksi dan komunikasi yang harus disadari. Pertama-tama saya juga tidak mengerti dan memahami anak-anak ini, tapi melalui membaca dan bertanya akhirnya saya menjadi tahu. </p>
<p>	Saya bersyukur dapat mengalami  hidup bersama anak-anak yang berkebutuhan khusus ini, tidak hanya sekedar tahu mereka ini seperti apa, tapi   melalui pengalaman ini menjadikan saya terbuka dengan situasi dan kondisi orang-orang yang membutuhkan pelayanan seperti anak-anak ini.  Dan tidak hanya anak-anak ini yang membutuhkan pelayanan, tapi mungkin masih banyak yang membutuhkan pelayanan kita semua. Seperti halnya Yesus yang menjadi pelayan, kitapun juga diundang untuk menjadi pelayan kasih bagi sesama. </p>
<p><a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/338/komang/" rel="attachment wp-att-339"><img src="http://kongregasibudimulia.com/images/uploads/2011/03/komang.jpg" alt="" title="komang" width="117" height="140" class="alignleft size-full wp-image-339" /></a>(Br. Albertus komang. A)<br />
Novis II</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/338/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelangi Kasih</title>
		<link>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/pelangi-kasih/</link>
		<comments>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/pelangi-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 09:44:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Rukun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kongregasibudimulia.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[Jalan hidupku selalu diselimuti kabut yang pekat Namun kasih Tuhan selalu nyata pada waktu yang tepat Langit biru tak terlihat oleh awan yang tebal Namun pelangi kasih membusur di atasnya Jika badai datang menerpa hidupku Hujan turun mengguyuri tubuhku Kupandang pelangi kasih yang dapat menaungiku Karena warnanya yang cantik melambangkan kasih-Nya Kupandang lagi pelangi kasih itu Karena dibaliknyalah tersirat berjuta harapan Menghapus kabut pekat yang menyelimuti hidupku serta awan yang<a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/pelangi-kasih/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jalan hidupku selalu diselimuti kabut yang pekat<br />
Namun kasih Tuhan selalu nyata pada waktu yang tepat<br />
Langit biru tak terlihat oleh awan yang tebal<br />
Namun pelangi kasih membusur di atasnya</p>
<p>	Jika badai datang menerpa hidupku<br />
	Hujan turun mengguyuri tubuhku<br />
	Kupandang pelangi kasih yang dapat  menaungiku<br />
	Karena warnanya yang cantik  melambangkan kasih-Nya</p>
<p>Kupandang lagi pelangi kasih itu<br />
Karena dibaliknyalah tersirat berjuta harapan<br />
Menghapus kabut pekat yang menyelimuti hidupku serta awan yang menutupi langit yang biru</p>
<p><strong>By: Br. Efrem<br />
Novis I</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/pelangi-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ONLY YOU</title>
		<link>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/only-you/</link>
		<comments>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/only-you/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 09:43:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Rukun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kongregasibudimulia.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[In my life I just know You I try to give a smile So You know, You mean for me very much You are a part of my life Don’t You think, I will forget You I continue remember You Because You are my heart Because You are my eyes Because You are my direction in my life I will try to write your name on my heart So it<a href="http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/only-you/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In my life<br />
I just know You<br />
I try to give a smile<br />
So You know, You mean for me very much</p>
<p>You are a part of my life<br />
Don’t You think, I will forget You<br />
I continue remember You<br />
Because You are my heart<br />
Because You are my eyes<br />
Because  You are my direction in my life</p>
<p>I will try to write your name on my heart<br />
So it is not erased by the other<br />
Wait me as long as Your life<br />
I will come to you<br />
For together to built a new spirit<br />
You don’t leave me</p>
<p>Because You are only in my life<br />
I want You to come back<br />
Fill and complete all my lile<br />
Don’t You try leave me<br />
Because You are part of my heart<br />
Don’t leave me again</p>
<p><strong>By  Br. Jhoni<br />
(Novis II)</strong></p>
<p><em>Believe your life to the Lord because He always protect who come to him.<br />
Don’t you feel He will leave you, come to him on your prayer.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kongregasibudimulia.com/2011/03/12/only-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

