Memilih Dengan Cerdas

about img

                                                                 MEMILIH DENGAN CERDAS
                                                                          Oleh. Br. Ivan, BM
         Memilih bukan berarti mengabaikan yang liana tau hanya melakukan yang sifatnya menguntungkan, hal yang fenomenal, kegiatan yang menjadi rebutan dan lain sebagainya, tetapi lebih pada bagaimana saya secara optimal dalam melakukan kegiatan pilihan tersebut. Sebagai Bruder mahasiswa tentu saya harus mampu untuk memberi porsi yang sama antara antara perkuliahan dan hidup rohani, mempreoritaskan yang berkaitan dengan perkuliahan tanpa mengesampingkan kegiatan yang lainnya terutama berkaitan dengan hidup bersama/ berkomunitas, hidup rohani. Itu semua untuk mengembangkan saya menjadi pribadi yang cerdas dalam memilih.
        
Menjadi lumrah kata” sibuk” untuk seorang mahasiswa, tetapi jika kita lihat intens yang dilakukan sering terjadi adalah hanya ketidak mampuan untuk menentukan pilihan atau tidak mampu memilih dengan cerdas.
        
Memilih dengan Cerda, bagi saya identic dengan memberi hati secara total dan sungguh ada pada situasi di mana saya sedang berada. Hal ini sangat urgen di jaman sekarang secara khusus untuk kaum muda yang tidak mampu mimisahkan diri sejenak dari hirup pikuk keramaian dunia dan ini sudah mulai menjamur sampai komunitas di mana saya berada.
        
Handphone (HP) menjadi salah satu hal yang sangat sulit dipisahkan dari setiap pribadi, bahkan di saat proses perkuliahan dalam kegiatan formal yang lainnya, dan  hal tersebut juga menjamur sampai ke biara, sedang dalam sharing pengalaman seharian biasanya abaikan demi mendengar curahan hati dari sang fenomena tersebut. Dalam kegiatan yang lain juga sering muncul hal tersebut, misalnya pada doa lingkungan, kegiatan gereja yang lain, dan sudah menjadi jamur yang tumbuh dan berkembang biak dan celakanya jika sudah menjadi kebiasaan dan orang tidak lagi terlalu rishi lagi akan hal tersebut.
        
Cerdas dalam milih itu yang membuat pribadi seseorang sadar dan oranng lain menyadari kehadirannya, tanpa itu keberadaan orang tersebut hanyalah sebatas rutinitas atau dalam bahasa perkuliahan take attendance.Keberadaan seseorang itu berada disaat mampu menempatkan diri dan cerdas dalam memilih. Kecerdasan ini sangat berkaitan dengan hati yang mampu memberikan apa yang saya miliki dan bukan apa yang akan saya miliki setelah kegiatan tersebut.
        
Sedih rasanya jika melihat pada potensi yang ada, penuh harapan tetapi di rusak oleh ketidakmampuan untuk memilih dengan cerdas, hal ini sangat jelas ketika meninggalkan yang prioritas demi kesenangan sendiri dan berusaha menjadikan hal tersebut yang menjadi prioritas, dengan demikian rasanya dunia ini menjadi miliknya. Pada hal untuk menjadi menguasai dunia pertama-tama harus menguasai diri sendiri barulah dapat menguasai dunia karena dunia nyata ada pada kemampuan akan kesadaran keberadaan di mana saya berada.
         
Hal ini semakin saya sadari perlunya memilih dengan cerdas ketiak Universitas Sanata Dharma mengadakan pelatihan Public Speaking bersama Ibu Martha Sasongko, S. Si di kampus 3 Paingan (9 mei 2015). Banyak ilmu yang saya dapatkan dari kegiatan tersebut mulai dari cara berbicara yang benar, berkomunikasi, mendengar, gesture tubuh, tatapan mata dan yang lainnya, itu semua bisa dilakukan hanya dengan kecerdasan dalam memilih. Tidak ada batasan dalam mengikuti suatu kegiatan tetapi perlu kita Tanya pada diri sendiri apa saya siap dan berani keluar dari diri saya untuk kegiata, dengan kesungguhan itu berarti kita sudah cerdas dalam memilih